Normalisasi
Apa itu Normalisasi-Database
Normalisasi-database adalah sebuah proses pengelompokan atribut data yang membentuk entitas sederhana, efisien, fleksibel, dan mudah beradaptasi. Sehingga dapat dipastikan bahwa database yang dibuat berkualitas baik.
Database Seperti Apa yang harus di Normalisasi
Namun bukan berarti semua database bisa di normalisasi, hanya database dengan tipe “relational database” yang bisa dinormalisasi, jikalau data yang distore dalam database memiliki field yang tidak berulang digunakan dan sedikit, maka normalisasi tidak dibutuhkan.
Tujuan Normalisasi-Database
- Menghilangkan dan mengurangi penginputan data yang sama secara berulang.
- Memastikan data yang bersifat depedensi.
- Mencegah beberapa Anomali yang terjadi seperti “INSERT Anomali”, “UPDATE Anomali”, “DELETE Anomali”
Bagaimana Cara Melakukan Normalisasi Database?
Untuk melakukan normalisasi database kita harus mengidentifikasi data seperti apa yang akan kita simpan. Sebagai contoh saya punya data dari struk peminjaman. Saya ambil contoh data struk peminjaman karena data ini yang paling umum di sekitar kita.
Contoh data di atas merupakan data yang belum dinormalisasi, selanjutnya menuju tahap normalisasi 1NF.
1NF
Suatu tabel dikatakan 1NF jika dan hanya jika setiap atribut dari data tersebut hanya memiliki nilai tunggal dalam satu baris.
Jadi, tabel yang belum dinormalisasi tadi perlu diubah, sehingga bentuk 1NF menjadi seperti ini:
2NF
Syarat 2NF adalah tidak diperkenankan adanya partial “functional dependency” kepada primary key dalam sebuah tabel.
Apa itu “functional dependency”?
Functional dependency adalah setiap atribut yang bukan kunci (non key) bergantung secara fungsional terhadap primary key.
Masih bingung?
Intinya adalah pada tahap normalisasi 2NF ini tabel tersebut harus dipecah berdasarkan primary key. Sehingga bentuk normalisasi 2NF dari tabel tersebut adalah sebagai berikut:



